BERITA DUNIA A MINGGU: Bagaimana Italia berhasil menangani Covid-19

2 min read

BERITA-DUNIA-A-MINGGU-Bagaimana-Italia-berhasil-menangani-Covid-19

Varian Delta dari virus Covid-19 adalah masalah serius bagi banyak negara di seluruh dunia karena risiko infeksi yang diketahui lebih tinggi daripada jenis aslinya.

Tak hanya Indonesia, negara-negara seperti Rusia, Korea Selatan, dan Bangladesh kembali memperketat kebebasan bergerak bagi warganya.

Langkah tersebut terpaksa dilakukan karena kekhawatiran akan ancaman yang ditimbulkan oleh varian Delta

yang pertama kali dikembangkan di India.

Adapun sejumlah negara, semuanya bernasib berbeda. Berita internasional terpopuler dari kanal global Kompas.com melaporkan sejumlah negara sudah mulai melonggarkan pembatasan Covid-19.

Seperti halnya di Italia dengan kisah suksesnya, kondisi pandemi Covid-19 yang awalnya tegang berubah menjadi risiko rendah saat ini.

Model lain untuk menangani pandemi Covid-19 juga telah diterapkan di negara tetangga Singapura.

Berikut berita terpopuler di kanal global Kompas.com mulai Senin (28/6/2021) hingga Minggu (7/4/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi, dan wawasan di email Anda.
email pendaftaran

Baca juga: Penyebaran Covid-19 Varian Delta di Afrika Capai Level Baru dan Makin Serius

Dulu yang terburuk, sekarang bebas masker lihat bagaimana Italia menangani Covid-19

Italia pernah menjadi negara dengan kasus Covid-19 terparah di Eropa, bahkan salah satu yang terparah di dunia.

Namun kini, “Negara Spaghetti” telah menyatakan memiliki risiko rendah terpapar infeksi Covid-19 dan bebas masker.

Dalam dekrit yang mulai berlaku pada Senin (28 Juni 2021), Kementerian Kesehatan Italia mengklasifikasikan semua 20 wilayah sebagai zona putih untuk pertama kalinya, yang berarti risiko rendah tergantung pada tingkat keparahan zona di negara tersebut.

Jadi apa yang telah dilakukan Italia untuk memutar roda takdirnya? Anda dapat membaca lebih lanjut di artikel ini.

Baca juga: Untuk Pertama Kalinya Dalam 9 Bulan, Ada 0 Kematian Harian Akibat Covid-19 di Daerah Ini di Italia

Biografi Perang Dunia II: Alan Turing, pemecah kode Perang Dunia II dan pelopor komputerisasi

Selama Perang Dunia II, Alan Turing adalah orang di belakang layar dalam salah satu pertempuran paling dahsyat dalam sejarah manusia.

Berkat ahli matematika Inggris yang brilian ini, sekutu Inggris dapat menguraikan Nazi selama Perang Dunia II.

Karyanya dianggap penelitian dasar dalam ilmu komputer dan kecerdasan buatan.

Ironisnya, terlepas dari kelebihannya, Turing akhirnya dihukum dan diperlakukan dengan kejam di bawah undang-undang homofobik Inggris.

Baca kisah lengkap ilmuwan ini di sini.

Baca juga: Biografi Pemimpin Dunia: Robert Schuman, Bapak Eropa dan Perintis Perdamaian Dunia

  1. 8 negara ini bebas masker di tengah gelombang varian Delta Covid-19

Di tengah varian Delta yang lebih menular dari gelombang Covid-19, banyak negara telah menerapkan kembali penguncian dan memperketat protokol kesehatan.

Namun, ada juga sejumlah negara yang telah mengecualikan penggunaan masker wajah.

Di Australia, semua orang dipaksa untuk memakai masker lagi dan 4 kota terbesar telah memberlakukan kembali larangan dan perintah tinggal di rumah setelah menunjukkan peningkatan kasus Covid-19 yang ditemukan varian Delta.

Namun, aturan sebaliknya berlaku di 8 negara berikut. Baca ulasan lengkapnya di sini.

Baca juga: POPULER GLOBAL: 8 negara bebas masker | Kim Jong Un mengatakan Korea Utara sedang dalam krisis besar

  1. Singapura membedakan perlakuan penerima vaksin Sinovac, Pfizer dan Moderna

Singapura membedakan pengobatan bagi warganya yang disuntik dengan vaksin Sinovac, Pfizer dan Moderna.

“Anda (penerima vaksin Sinovac) tidak boleh diperlakukan sama seperti yang divaksinasi sebagai bagian dari program nasional kami,” kata Kementerian Kesehatan Singapura, Rabu (30/6/2021), dikutip Bloomberg.

Sebagai informasi: Vaksin Covid-19 yang terdapat dalam program nasional Singapura berbasis mRNA yaitu Pfizer dan Moderna.

Oleh karena itu, penerima vaksin Sinovac harus tetap menjalani tes Covid-19 saat menghadiri suatu acara, sedangkan penerima vaksin Pfizer atau Moderna tidak harus.

Baca berita selengkapnya di sini.

Baca Juga: 7 Alasan Singapura Berani Hadapi Covid-19 Tidak Semua Negara Bisa Tiru

  1. Lupa Matikan Kamera, Siswa Ini Direkam Berhubungan Seks Saat Kelas Online

Siswa di Vietnam ketahuan berhubungan seks saat kelas online setelah lupa mematikan kamera.

NS

LIHAT JUGA :

serverharga.com
wikidpr.id
riaumandiri.id
dekranasdadkijakarta.id
finland.or.id
cides.or.id

Rate this post